Jakarta, 21 Mei 2026 – PT Gramedia Asri Media (Gramedia) melaksanakan kegiatan Company Visit & Benchmarking Program ke PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (Garudafood) sebagai bagian dari upaya penguatan kapabilitas bisnis dan pengembangan wawasan strategis di bidang supply chain management, distribusi nasional, serta marketing excellence di industri FMCG (Fast Moving Consumer Goods) yang semakin dinamis dan kompetitif.

Kegiatan yang diikuti oleh perwakilan lintas fungsi dari divisi merchandising, marketing, strategic management, dan human resources tersebut menjadi forum pertukaran insight dan praktik terbaik antar perusahaan dalam membangun sistem bisnis yang agile, terintegrasi, dan adaptif terhadap perubahan pasar.
Dalam sesi pemaparan mengenai strategi supply chain dan distribusi nasional, Bapak Aries Soelistyo selaku Head of Sales & Operation Planning Garudafood menjelaskan pentingnya pengelolaan rantai pasok secara end-to-end yang terintegrasi mulai dari demand forecasting, production planning, inventory management, hingga network distribution guna memastikan efektivitas operasional dan keberlanjutan bisnis perusahaan.
Menurut Beliau, demand planning menjadi fondasi penting dalam menentukan production planning dan memastikan seluruh rantai pasok berjalan secara efektif, responsif, dan terintegrasi dalam mendukung kebutuhan pasar yang terus berkembang.
Bapak Aries juga menjelaskan implementasi Sales & Operations Planning (S&OP) sebagai proses kolaboratif lintas fungsi antara sales, marketing, supply chain, manufaktur, hingga finance untuk memastikan terciptanya rencana operasional yang selaras dengan kebutuhan bisnis perusahaan.
Sementara itu, dari sisi marketing, Ibu Niken Esti Prasetianti selaku Brand Equity Director Gery & Chocolatos memaparkan bahwa tantangan industri FMCG saat ini tidak hanya berasal dari tingginya kompetisi pasar, tetapi juga perubahan perilaku konsumen yang semakin dinamis dan fragmented.
Menurutnya, strategi marketing modern tidak lagi hanya berfokus pada pembangunan awareness, tetapi juga bagaimana memastikan produk memiliki mental availability dan physical availability yang kuat di titik penjualan. “The shelf is the ultimate truth”, di mana strategi marketing tidak akan memberikan dampak maksimal apabila produk tidak terlihat dan tidak tersedia ketika konsumen membutuhkannya.
Dalam paparannya, Ibu Niken juga menekankan pentingnya implementasi ruthless execution melalui inovasi produk, penguatan distinctive brand assets, serta optimalisasi in-store activation agar strategi marketing dapat diterjemahkan menjadi eksekusi yang efektif di lapangan.
Melalui kegiatan Company Visit & Sharing Session ini, kedua perusahaan berharap dapat memperkuat sinergi, memperluas wawasan strategis, serta mendorong kolaborasi berkelanjutan melalui pertukaran insight dan best practice di bidang supply chain dan marketing excellence guna mendukung pertumbuhan bisnis yang adaptif, inovatif, dan berkelanjutan.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi kedua perusahaan dalam meningkatkan efektivitas operasional, memperkuat strategi bisnis, serta membangun daya saing perusahaan yang berorientasi pada keberlanjutan di tengah dinamika industri yang terus berkembang dan semakin kompetitif.