Sebagai perusahaan makanan dan minuman dengan jaringan fasilitas manufaktur dan distribusi yang luas di berbagai wilayah Indonesia, kami membutuhkan pasokan energi yang andal untuk menjaga kelangsungan produksi dan pengiriman produk hingga ke tangan konsumen. Konsumsi energi berkaitan langsung dengan emisi gas rumah kaca yang dihasilkan, oleh karena itu kami mengelola keduanya secara terpadu melalui peningkatan efisiensi operasional dan transisi bertahap menuju sumber energi yang lebih rendah emisi.
Untuk mewujudkan komitmen tersebut, kami menjalankan sejumlah inisiatif, antara lain penerapan Energy Management System (EMS), peningkatan efisiensi teknologi produksi, penguatan praktik hemat energi di seluruh fasilitas, serta adopsi energi baru terbarukan secara bertahap.
Kami melakukan transisi bertahap dengan mengalihkan bahan bakar boiler dari energi fosil ke biomassa ramah lingkungan (seperti cangkang kelapa sawit dan wood chip). Hingga tahun 2025, konversi ini telah berhasil diterapkan di 7 fasilitas manufaktur kami dengan proporsi pemanfaatan energi dari biomassa lebih dari 20% dan akan ditingkatkan secara berkala.
Sebagai bagian dari diversifikasi energi bersih, kami terus memperluas pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap. Hingga tahun 2025, total kapasitas terpasang di kantor pusat dan fasilitas manufaktur kami telah mencapai 3.415 kWp.

Air merupakan penunjang utama dalam proses produksi, sanitasi fasilitas, dan pemenuhan standar higienitas produk. Oleh karena itu, kami berupaya untuk menjaga ketersediaan air yang berkualitas dan mencukupi di setiap fasilitas, sekaligus mengelola penggunaannya secara efisien dan turut menjaga keberlanjutan sumber air di wilayah operasional.
Upaya kami mencakup langkah di dalam fasilitas (on-site) maupun kegiatan konservasi di luar fasilitas.
Kami terlibat dalam kegiatan menjaga sumber air bersama pemerintah daerah dan komunitas pegiat sungai, antara lain aksi bersih-bersih sungai di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah

Setiap aktivitas operasional kami berpotensi menghasilkan limbah, baik berupa limbah padat, cair, maupun limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Kami berkomitmen untuk mengelolanya secara bertanggung jawab dengan mengutamakan pencegahan dan pengurangan timbulan limbah, serta menerapkan prinsip ekonomi sirkular secara bertahap.
Pengelolaan sampah dilakukan melalui pemilahan sejak dari sumber. Kami menyediakan fasilitas tempat sampah terpilah dan mengedukasi karyawan untuk membentuk kebiasaan pengelolaan limbah yang bertanggung jawab.
Kami memanfaatkan Susut dan Sisa Pangan (SSP) dari proses produksi melalui teknologi biokonversi Black Soldier Fly (BSF). Melalui proses ini, sisa pangan diurai secara alami dan dikonversi menjadi pakan ternak, sehingga tidak berakhir sebagai limbah.
Kami mengajak masyarakat mengelola sampah organik secara mandiri melalui dukungan media budi daya maggot, bibit, dan pendampingan intensif hingga kepastian pasar bersama mitra kami.
Pengelolaan limbah B3 dilakukan sesuai regulasi yang ditetapkan pemerintah, mencakup penyediaan Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) khusus serta penyerahan kepada pihak ketiga berizin dan terverifikasi untuk pengangkutan dan pengolahan lebih lanjut.
Seluruh limbah cair domestik maupun industri diolah melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Kami rutin memantau parameter kualitas air limbah untuk memastikan kesesuaian dengan baku mutu sebelum dikembalikan ke lingkungan.

Kemasan merupakan bagian tak terpisahkan dalam menjaga kualitas dan keamanan produk hingga sampai ke tangan konsumen. Kami berkomitmen meminimalkan dampak lingkungannya di sepanjang rantai nilai kemasan, dari hulu hingga hilir. Di sisi hulu, komitmen ini diwujudkan sejak tahap desain melalui pengurangan gramasi kemasan dan penggunaan monomaterial agar lebih mudah didaur ulang. Di sisi hilir, kami mendorong pengelolaan sampah kemasan pasca konsumsi melalui edukasi masyarakat dan kemitraan strategis.

Kami terus mengembangkan desain kemasan yang lebih ramah lingkungan di sepanjang rantai nilainya. Dimulai dari sumber, kami secara bertahap mengurangi gramasi kemasan untuk menekan penggunaan material. Kami juga memanfaatkan monomaterial pada flexible packaging agar lebih mudah didaur ulang. Hingga tahun 2025 sekitar 50% material flexible packaging kami telah beralih ke jenis monomaterial. Selain itu, kami menggunakan kemasan karton bersertifikat FSC dan/atau PEFC sebagai bentuk dukungan terhadap pengelolaan hutan yang lestari.
Program ini dijalankan di sekolah-sekolah di sekitar unit bisnis Garudafood untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan siswa, khususnya dalam memilah sampah.
Cara pemilahan sampah dan penyediaan dropbox sampah kemasan.
Sepanjang tahun 2025, lebih dari 30.000 kg sampah anorganik berhasil dikelola melalui program ini.
Menumbuhkan kesadaran keamanan pangan dan pengelolaan sampah kemasan sejak dini.
Meliputi Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, Kedaluwarsa) dan penerapan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat).
Pada tahun 2025, program ini telah mengedukasi 30 sekolah di Surakarta dan sekitarnya, serta menjangkau lebih dari 20.000 penerima manfaat.
Kemitraan Strategis
Dalam mewujudkan pengelolaan kemasan yang lebih berkelanjutan, kami menjalin kemitraan strategis bersama organisasi dan komunitas yang peduli pada isu lingkungan.
IPRO (Indonesia Packaging Recovery Organization)
Kami berkolaborasi dengan IPRO dalam penarikan kembali sampah kemasan pasca konsumsi. Melalui kemitraan ini, sampah anorganik jenis Multi Layer Plastic (MLP), Polypropylene (PP), dan Used Beverage Carton (UBC) dikelola untuk mengurangi timbulan sampah kemasan di lingkungan.
Kolaborasi dengan Pegiat Lingkungan
Kami menggandeng pegiat lingkungan untuk mengaktifkan kembali komunitas Bank Sampah di Pati. Kolaborasi ini mendorong pengumpulan sampah kemasan MLP sekaligus memperkuat peran masyarakat dalam pengelolaan sampah di tingkat lokal.