Senin, 25 Mei 2026

Garudafood Perkuat Ekonomi Sirkular dan Pemberdayaan Komunitas melalui Program Rumah Maggot

Depok, 25 Mei 2026 – PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (Garudafood) bersama Biomagg kembali memperkuat komitmennya dalam mendorong keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat melalui Program Rumah Maggot Garudafood berbasis budidaya Maggot Black Soldier Fly (BSF). Inisiatif ini merupakan bagian dari implementasi prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) perusahaan yang berfokus pada pengelolaan sampah organik berbasis ekonomi sirkular sekaligus penguatan kapasitas komunitas.

Sebagai bagian dari pengembangan program yang telah berjalan sejak tahun 2024, Garudafood dan Biomagg menyelenggarakan Launching & Capacity Building Program Rumah Maggot Garudafood. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kompetensi anggota komunitas yang telah terlibat sebelumnya, sekaligus memperluas manfaat program melalui pelibatan peserta baru dalam pengelolaan sampah organik rumah tangga yang lebih produktif dan berkelanjutan.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan pemerintah dari Kecamatan Tapos dan Kelurahan Jatijajar, serta diikuti oleh sekitar 30 peserta aktif yang berasal dari dua wilayah binaan, yaitu Kelurahan Sukmajaya dan Kampung Proklim Pinggul, Jatijajar. Kehadiran para pemangku kepentingan mencerminkan pentingnya kolaborasi multipihak dalam membangun solusi lingkungan yang berdampak dan berkelanjutan bagi masyarakat.


Dalam sambutannya, Ibu Dian Astriana, Head of Corporate Communication & External Relations Garudafood, menyampaikan bahwa Program Rumah Maggot Garudafood merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menciptakan dampak sosial dan lingkungan yang terukur melalui kemitraan yang berkelanjutan. Menurutnya, pengelolaan sampah organik berbasis komunitas tidak hanya berkontribusi pada pengurangan volume sampah dan emisi karbon, tetapi juga membuka peluang peningkatan kapasitas serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Sejak dilaksanakan pada tahun 2024, program ini terus menunjukkan perkembangan yang positif. Dari yang awalnya hanya menjangkau satu wilayah binaan, saat ini program telah berkembang ke enam kelurahan di Kota Depok, Jawa Barat yaitu Jatijajar, Sukmajaya, Limo, Meruyung, Tanah Baru, dan Jatimulya, dengan lebih dari 60 komunitas aktif yang terlibat. Hingga April 2026, program telah menghasilkan 9,7 ton maggot BSF, mengelola lebih dari 88 ton sampah organik rumah tangga, serta berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon sebesar 325 ton CO₂e.

Melalui kegiatan capacity building dan pengembangan Rumah Maggot sebagai pusat pembelajaran komunitas, Garudafood berharap dapat memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengelola sampah organik secara bertanggung jawab, sekaligus mendorong terbentuknya komunitas yang lebih mandiri, produktif, dan berdaya dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Program Rumah Maggot Garudafood merupakan bagian dari implementasi Pilar CSR Pemberdayaan Masyarakat dan Lingkungan yang berfokus pada penguatan kapasitas komunitas, pengembangan ekonomi sirkular, serta peningkatan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Melalui kolaborasi bersama Biomagg dan berbagai pemangku kepentingan, program ini dirancang untuk menciptakan dampak sosial dan lingkungan yang terukur serta mendorong terciptanya nilai bersama (shared value) bagi masyarakat dan lingkungan.

Sejalan dengan komitmen keberlanjutan perusahaan, Program ini turut berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Melalui pendekatan ekonomi sirkular dan kolaborasi multipihak, Garudafood terus berupaya menghadirkan program yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.