Rabu, 29 April 2026

Garudafood Group Serahkan 40 Ekor Sapi Perah Impor kepada Mitra Peternak Binaan

Boyolali/Tulungagung, 29–30 April 2026 – Garudafood Group melakukan langkah konkret dalam memperkuat ekosistem persusuan nasional. PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (Garudafood) bersama PT Mulia Boga Raya Tbk (MBR) resmi menyerahkan 40 ekor sapi perah impor ras Holstein kepada dua mitra peternak binaan Garudafood dalam dua seremoni simbolis yang digelar pada Rabu dan Kamis, 29–30 April 2026.

Serah terima pertama berlangsung di Boyolali, Jawa Tengah, dengan penerima PT Darmoko Family Jaya yang menerima 20 ekor sapi dari Garudafood serta diwakili oleh Sidik Darmoko selaku pemilik perusahaan. Penyerahan simbolis dilakukan oleh Johannes Setiadharma, Supply Chain Management Director Garudafood, didampingi Andi Sunarto, Head of Raw Material Procurement Garudafood, dan Marvin Hartono, Head of Procurement Mulia Boga Raya.

Sehari berselang, giliran PT Sumber Susu Halalan Toyiban di Tulungagung, Jawa Timur yang menerima serah terima 20 ekor sapi dari MBR. Proses ini diwakili oleh Marvin Hartono dan Bapak Andi Sunarto, yang turut didampingi oleh Bapak Haryono selaku HCBP Food Manufacture serta Bapak Krisna, Procurement Officer Fresh Milk.


Pengadaan sapi impor tersebut dilaksanakan melalui mekanisme joint shipment bersama PT Global Dairi Alami (GDA). Ras Holstein dipilih karena dikenal sebagai salah satu breed sapi perah paling produktif di dunia, dengan kapasitas produksi susu yang jauh melampaui rata-rata sapi lokal.

Garudafood Group memandang langkah ini sebagai bagian dari strategi pemberdayaan peternak melalui transfer teknologi dan penyediaan bibit unggul, dua pilar yang selama ini kerap menjadi hambatan utama bagi peternak skala kecil hingga menengah dalam meningkatkan daya saing mereka.

Inisiatif ini sejalan dengan agenda besar pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional, khususnya di sektor susu segar yang tingkat produksi domestiknya masih jauh dari kebutuhan industri. Indonesia saat ini masih sangat bergantung pada susu impor untuk memenuhi permintaan industri pengolahan, sehingga penguatan hulu rantai pasok menjadi krusial.

Dengan sinergi antara Garudafood Group dan peternak lokal, model kemitraan semacam ini berpotensi menjadi rujukan bagi industri dalam menjembatani kesenjangan antara kebutuhan bahan baku dan kapasitas produksi nasional.