Rabu, 06 Mei 2026

Garudafood bersama BPOM Perkuat UMKM Makassar melalui Bimbingan Teknis Cara Produksi Pangan Olahan

Makassar, 06 Mei 2026  Dalam rangka program unggulan Orang Tua Asuh BPOM, PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (Garudafood) berkolaborasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menghadirkan narasumber dari pelaku industri berskala nasional dalam sesi sharing inspiratif pada Bimbingan Teknis (Bimtek) di Balai Besar POM Makassar, sebagai wujud nyata komitmen industri pangan dalam mendorong pertumbuhan dan peningkatan kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Dalam kegiatan ini, Yonathan Yitro Souhoka selaku Quality Assurance Departement Head - PT Triteguh Manunggalsejati (TRMS) Gowa sebagai narasumber utama memaparkan secara komprehensif mengenai Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) atau yang dikenal secara internasional sebagai Good Manufacturing Practice (GMP) di lingkup industri Fast-Moving Consumer Goods (FMCG). Kegiatan ini dihadiri oleh 30 peserta perwakilan UMKM lokal Makassar yang antusias menyerap ilmu dan pengalaman nyata dari industri besar, sebagai bekal untuk meningkatkan standar produksi mereka. Sesi bimtek menyajikan materi yang kaya dan aplikatif, mencakup seluruh aspek kritis dalam tata kelola produksi pangan yang berstandar tinggi.

Tujuan mendasar dari seluruh rangkaian CPPOB adalah mewujudkan food safety atau keamanan pangan. CPPOB berperan sebagai sistem pengendalian yang memastikan produk pangan olahan bebas dari empat bahaya utama, yaitu bahaya biologis (bakteri, jamur, virus patogen), bahaya kimiawi (residu pestisida, kontaminan proses), bahaya fisik (serpihan logam, kaca, benda asing), serta allergen (kontaminasi silang bahan pemicu alergi). Pemahaman terhadap keempat bahaya ini menjadi titik tolak bagi setiap pelaku usaha pangan dalam membangun sistem produksi yang aman dan terpercaya.

Sesi Bimtek dibuka dengan pemaparan mengenai flow process produksi, yakni alur kerja dari penerimaan bahan baku hingga produk siap distribusi. Peserta diajak memahami pentingnya setiap tahapan dalam rantai produksi agar efisien, terstandar, dan meminimalisasi potensi kesalahan. Salah satu topik yang mendapat perhatian besar adalah food defense, yaitu upaya sistematis dalam menjaga kualitas produk dan aset produksi dari risiko kerusakan maupun kontaminasi, baik yang terjadi secara tidak sengaja maupun disengaja.
 

Terkait dengan hal ini, peserta juga diperkenalkan pada pentingnya pemisahan area produksi berdasarkan tingkat higienitas, sehingga setiap zona memiliki standar kebersihan dan prosedur yang sesuai guna mencegah kontaminasi silang antar produk. Materi house keeping turut disampaikan sebagai bagian dari pengelolaan fasilitas produksi secara berkala dan terstruktur, memastikan lingkungan kerja selalu bersih, aman, dan kondusif.

Sesi ditutup dengan pembahasan prosedur cleaning & sanitasi secara menyeluruh serta strategi pengendalian benda asing dalam produk pangan, yang menjadi salah satu aspek krusial dalam menjaga kepercayaan konsumen.

Melalui Bimtek ini, Garudafood berharap agar para pelaku UMKM di Makassar dapat memperoleh pemahaman mendalam mengenai standar produksi pangan yang aman, higienis, dan berkualitas. Lebih dari sekadar transfer pengetahuan, kegiatan ini diharapkan menjadi katalis transformasi bagi UMKM lokal agar terus berkembang, meningkatkan daya saing, dan mampu menembus pasar yang lebih luas baik di tingkat regional maupun nasional.

Dengan langkah ini, Garudafood membuktikan bahwa peran industri tidak berhenti pada produksi semata, namun turut bertanggung jawab dalam membangun ketahanan pangan nasional dari tingkat komunitas lokal.